PEKA TERHADAP ORANG LAIN

June 1, 2010 at 8:32 am Leave a comment

“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,” (Kisah 2:44)

Cara hidup jemaat mula-mula begitu luar biasa: mereka mempraktekkan kasih, senantiasa sehati sepikir dan sangat peka terhadap kebutuhan orang lain sehingga mereka berprinsip bahwa; “…segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” (Kisah 2:44-45). Ini sangat kontradiktif bila dibandingkan dengan keadaan manusia sekarang, di mana banyak orang cenderung egois dan kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Pola hidup jemaat mula-mula ini menjadi seperti sebuah ‘tamparan keras’ bagi jemaat Tuhan saat ini. Kita tanpa sadar terkontaminasi gaya hidup orang dunia, tidak peduli dengan saudara seiman, mulai membangun kubu-kubu dan sengaja menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan.

Menyedihkan sekali jika kita orang Kristen tapi tidak punya kasih dalam wujud nyata. Memiliki kasih adalah mutlak bagi kita karena Tuhan menempatkan kita di dunia ini untuk menjadi saksiNya, sebab orang lain menilai kita bukan dan apa yang kita ucapkan saja, tapi dari apa yang telah kita perbuat bagi mereka. Seringkali kita mendengar pernyataan demikian, “jangankan memikirkan kebutuhan orang lain, untuk diri sendiri saja tidak cukup” Perhatikan firman Tuhan, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17). Jadi saat kita menabur kebaikan terhadap orang lain sama artinya kita sedang memiutangi Tuhan dan Dia akan membalasnya berlipat kali ganda.

Jika saat ini kita diingatkan Tuhan untuk menabur kasih bagi sesama, jangan tunda-tunda lagi. Belajarlah memberi dengan iman, jangan dengan akal pikiran yang membuat kita melakukan hitung-hitungan dengan Tuhan. Janda Sarfat memberi makan nabi Ella meskipun ia hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli; dia taat melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan akhirnya mujizat terjadi (baca 1 Raja-raja 17:16).

Bila kita mau taat melakukan perintah Tuhan, maka Dia akan menjamin hidup kita dan Dia pula yang menyediakan benih itu untuk kita tabur.

Entry filed under: Kumpulan Renungan. Tags: .

Just ask! SEUMUR HIDUP TAPI SEMENTARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


peluang usaha

BelajarInggris.Net 250x250


belajar komputer

::Warning!!!::

Bagi Para Blogger Dan Pengunjung Yang Baik, Disini Penulis Mohon Maaf Jika Ada Artikel Yang Sama Dalam Blog Ini.Karena Blog ini Dibuat hanya Sebagai Bahan Pembelajaran Saya Saja di Kampus dan Apresiasi Bagi Teman-teman yang mau bertukar pikiran dan sharing tentang perkuliahan.

Hubungi Kami

Bagi saudara yang ingin menanyakan tentang sesuatu dalam blog kami ini,silahkan saudara hubungi kami di salah satu alamat email kami di bawah ini:



Polling Pengunjung

Forum WP Indonesia

Daftar Isi

Semua Postingan

Terbanyak Dikunjungi

  • None

Statistik Pengunjung

Informasi Pengunjung

associations and organizations
free counters

Human Calendar


%d bloggers like this: