Filosofi Dasar Dalam hidup

May 21, 2010 at 10:00 am Leave a comment

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup – jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.

Ini semua dapat diartikan :
supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.
Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.

Berkeras hati & berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. Karena tiada badai yang tak berlalu. Tiada Pesta yang tak pernah Usai. Semua yang ada didunia ini tiada yang abadi.

PASTI BERES

Posted: 09 May 2010 06:09 AM PDT
“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf,…” Kejadian 39:6

Sejak Potifar ‘kepala pengawal raja Firaun’ menyerahkan segala miliknya pada kekuasaan Yusuf, maka berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang ada di rumah, pekerjaannya, maupun ladangnya.

Orang Kristen hari ini juga dapat menemukan berkat rohani, bila saja ia mau menyerahkan semua miliknya dalam tangan ‘ Yusuf yang lebih besar ‘, Tuhan Yesus Kristus ! Perhatikan Kejadian 39:4 ini: segala milik Potifar diserahkan pada kekuasaan Yusuf. Yusuf layak mendapat kepercayaan Potifar; diserahkannya segala miliknya, keuntungannya dan segala persoalannya kepada Yusuf.

Apakah kau secara pasti sudah menyerahkan rumah tanggamu, bisnismu dan segala milikmu pada Kristus ?

Setelah Potifar menyerahkan segalanya dalam kekuasaan Yusuf, Potifar tidak lagi ikut mengurusinya. Kadang-kadang dalam prakteknya hal ini merupakan sesuatu yang paling sulit untuk dikerjakan.

Mungkin juga engkau telah menyerahkan pada Tuhan segala problem dan rencana yang membebanimu; tapi ketika perasaan kuatir meneror dirimu, kau segera mengambil kembali beban itu dan menariknya dari tangan Tuhan; maka persoalanmu makin menjadi berat dan kecemasanmu menjadi-jadi.

Saat ini Juruselamat itu berkata lagi, “ Serahkan persoalan itu ke dalam tanganKu !” Yesus cukup untuk segala keadaan dan problema; Dia sanggup menyelesaikan. Dia ingin kita menyerahkan segala yang kita miliki, kesusahan atau kesenangan ke dalam penguasaanNya. Dia akan mengampuni semua dosa, menyucikan hidup kita dan melenyapkan segala ketakutan. Dia menunjukkan jalan dan memberi jaminan sepenuhnya. Dia akan mengubahkan segala perkara, tak ada yang mustahil bagiNya. Keadaan yang jelek jadi baik, semua pasti beres di tanganNya !
Mereka yang percaya Allah, dapat menyerahkan segalanya dalam tanganNya !

Entry filed under: Kumpulan Renungan. Tags: .

Waktu Digendong Ayahku Kisah : Severn Suzuki (pendiri Enviromental Children’s Organization)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


peluang usaha

BelajarInggris.Net 250x250


belajar komputer

::Warning!!!::

Bagi Para Blogger Dan Pengunjung Yang Baik, Disini Penulis Mohon Maaf Jika Ada Artikel Yang Sama Dalam Blog Ini.Karena Blog ini Dibuat hanya Sebagai Bahan Pembelajaran Saya Saja di Kampus dan Apresiasi Bagi Teman-teman yang mau bertukar pikiran dan sharing tentang perkuliahan.

Hubungi Kami

Bagi saudara yang ingin menanyakan tentang sesuatu dalam blog kami ini,silahkan saudara hubungi kami di salah satu alamat email kami di bawah ini:



Polling Pengunjung

Forum WP Indonesia

Daftar Isi

Semua Postingan

Terbanyak Dikunjungi

  • None

Statistik Pengunjung

Informasi Pengunjung

associations and organizations
free counters

Human Calendar


%d bloggers like this: