Renungan

7 Kunci Kesuksesan

1. Bersandar Pada Kebijaksanaan Tuhan

Amsal Salomo adalah sebuah buku yang penuh dengan petuah-petuah dan nasihat yang disebut peribahasa atau
proverbs, yang dikarang oleh “Orang Yang Paling Bijaksana Didunia”, yaitu nabi dan raja Salomo, putera Raja
Daud. Didalam Amsal 3:5-6 ia berkata:
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Tidak ada pengetahuan manusia yang dapat dibandingkan dengan nasehat-nasehat Alkitab yang telah bertahan
selama lebih dari duaribu tahun ini. Teori-teori mereka yang disebutkan pakar atau ahli sains dalam beberapa
ratus tahun terakhir saja, harus diralat, diperbaiki, ditambahkan dan ditukar-tukar. Tetapi isi Alkitab walaupun
bunyi terjemahannya agak berbeda-beda sedikit, tetap prinsip isinya sama, dan tidak perlu diralat ditambah atau
dikurangi. Sebab itu kalau kita ingin berhasil dalam hidup ini dan tidak membuat kesalahan dalam bertindak,
janganlah bersandar kepada manusia yang bersifat khilaf, apalagi bersandar kepada pengetahuan diri sendiri.
Ada satu pepatah Inggris berbunyi: “A fool has himself as his teacher.” Artinya “seorang yang bodoh itu telah
berguru kepada dirinya sendiri.”
Ilmu yang kita dapati dari ribuan buku dan kita dengar semasa dibangku sekolah tidak cukup untuk menolong
kita mencapai sukses yang sebenarnya. Hanya nasihat Tuhanlah yang Maha tahu dan tidak pernah bersalah
yang dapat dijadikan sandaran yang tidak pernah goyah, berubah atau kadaluwarsa.

2. Rajin dan Cekatan

Setiap majikan pasti menuntut pegawai-pegawainya harus rajin dan cekatan. Dan kalau anda ingin mendapat
promosi dalam jabatan, ini adalah tabiat yang harus ada dalam diri anda. Sebab itu Salomo berkata: “Tangan
yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4) Tidak usah heran
kalau ada orang-orang yang cepat sekali bertambah kaya dan ada yang lain terus menerus dililit hutang.
Kalau diselidiki maka kebanyakan mereka yang menjadi makmur adalah orang yang mempunyai sifat seperti
diatas. Gandengkan itu dengan nasihat yang dibawah ini, maka anda sudah satu langkah lagi mendekati
ambang pintu keberhasilan. Dan Amsal 14:23 berbunyi: “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi katakata
belaka mendatangkan kekurangan saja.”

3. Cari dan Gunakanlah Pengetahuan

Amsal 19:2 berbunyi: “Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah
langkah”. Pepatah Indonesia berbunyai, “Malu bertanya sesat dijalan.” Orang yang merasa dirinya pintar dan
segan bertanya adalah orang bodoh yang akan tetap bodoh, tapi orang yang mengetahui dirinya bodoh dan tidak
malu bertanya akan bertambah lama bertambah pandai. Amsal 19:20 berbunyi: “Dengarkanlah nasihat dan
terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak dimasa depan.”

4. Kejujuran Adalah Harta Yang Tak Dapat Dicuri

Amsal 16:8 “Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan”.
Kemudian Amsal 10:9 berbunyi:”Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya,
akan diketahui”. Barang yang busuk bagaimana dapat disembunyikan? Begitu juga perbuatan yang serong
akhirnya akan terbuka juga kepada umum.
Sekarang camkan Amsal 10:16,”Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang
fasik membawa kepada dosa.” Dan upah dosa adalah kematian atau maut.

5. Kekanglah Mulut Anda

Amsal 21:23 berbunyi: “Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran”. Dan
Amsal 10:19 berkata, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya,
berakal budi.” Banyak kali malapetaka terjadi hanya karena mulut atau lidah kita tidak dikekang. Seringkali
pula, pekerjaan kita bertambah berat karena kita bersungut-sungut. Alangkah lebih baik dan bertambah berkat
kalau sebaliknya daripada bersungut kita bersyukur kepada Tuhan karena masih ada pekerjaan dan tidak
menganggur, masih bisa membanting tulang daripada sudah berputih tulang alias jadi mayat.

6. Kesabaran dan Ketenangan Adalah Modal Seorang Pahlawan

Amsal 16:32 berbunyi: “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi
orang merebut kota”. Dan didalam Amsal 14:30 kita membaca: “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri
hati membusukkan tulang.” Kalau kita pernah mendengar istilah membabi buta, nyeruduk kesana kemari tanpa
melihat, maka kita mengerti mengapa orang yang tenang dan sabar selalu menang walaupun banyak kali jauh
lebih lemah dari lawannya. Orang yang tidak sabar sering kali menghambur tenaga dengan percuma, dan yang
pemarah atau bersifat pendendam malah meracuni dirinya sendiri.

7. Jangan Ingin Cepat Kaya

Untuk menjadi kaya tidaklah merupakan dosa. Tuhan adalah Maha Kaya, dan Dia tidak ingin kita menjadi
miskin. Hanya banyak kali kekayaan itu bukan membawa kita dekat kepada Tuhan, malah sebaliknya, kita jadi
lupa kepadaNya. Daripada menjadi kaya tetapi keluarga berantakan atau kesehatan terganggu, lebih baik
menjadi orang yang hidup sederhana asal secukupnya saja, tapi pikiran tenang, kesehatan terjamin dan tidak
dililit keruwetan dan permasalahan hidup. Ingat Alkitab katakana bahwa orang kaya itu banyak kesusahan dan
permasalahan yang dihadapinya.
Dengarkan apa kata orang yang paling bijaksana mengenai kekayaan itu: (Amsal 10:22)”Berkat Tuhan-lah yang
menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” Artinya orang yang diluar Tuhan mengumpulkan
harta sebanyak dan setinggi gunung akhirnya akan habis juga dan berujung pada penyesalan dan duka nestapa.
Tetapi kalau kita memperoleh harta itu karena berkat dari Tuhan, maka harta yang demikian tidak akan habis
malah akan dilipat gandakan didalam kehidupan yang akan datang. (Amsal 13:11)”Harta yang cepat diperoleh
akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”
Akhir kata, Seorang yang “lebih besar dari Salomo” berkata: “Carilah dahulu Kerajaan sorga serta
kebenarannya, maka segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Kalau menurut istilah
zaman sekarang: “Cari dulu kerajaan sorga dan kebenarnannya, maka segala sesuatu yang diberikan Tuhan
kepada kita didunia ini hanya merupakan BONUS nya saja.” Lebih baik tidak kita terima bonusnya, tapi barang
yang kita beli itu kita bisa nikmati selamanya. Daripada kita terima bonusnya, tapi barang yang kita beli tidak
dapat kita nikmati.

~ Selamat Bekerja ~

 

 

SEJARAH BAGI GENERASI BERIKUTNYA

Tahukah Anda, bahwa Anda dan saya adalah pelaku sejarah! Sejarah ada karena diciptakan. Sejarah ada karena ada orang-orang yang menjadi pelaku sejarah. Tidak peduli, siapa dan seperti apa keadaan Anda sekarang, tujuan Allah terhadap Anda tidak berubah. Menjadikan Anda dan saya ciptaan yang bermanfaat bagi sesama. Ciptaan yang mampu meninggalkan sejarah dari hidup yang dijalani dengan baik. Pengertian sejarah disini tentu berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sejarah. Sejarah berarti kejadian atau peristiwa pada masa lampau yang benar-benar terjadi. Dalam arti, peristiwa yang berpengaruh sedemikian rupa. Tidak hanya mempengaruhi Anda, tetapi mengubah hidup Anda. Bukan hanya mengubah hidup Anda, tetapi juga mengubah orang-orang disekitar Anda. Pertanyaannya, apakah mungkin; dengan masalah yang sedang Anda hadapi, dapat berpengaruh bahkan mengubah orang lain?

Mungkin dan pasti bisa!

Anda tidak sedang sendirian mengusahakannya, tetapi ada Allah. Ada kuasa yang lebih besar yang memampukan Anda. Bahkan, Dia melangkah mendahului Anda guna memastikan semuanya bisa Anda lakukan. Persoalannya, percayakah Anda bahwa masalah Anda adalah sejarah bagi Anda? Yakinkah Anda bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan? Sementara sebagian orang mencoba menghindari masalah yang datang, Anda tidak harus demikian. Setiap masalah yang datang, Anda dapat menyambutnya. Bahkan, percaya bahwa setiap masalah yang datang akan ada solusinya. Nah, apa yang harus Anda lakukan? Keputusan Anda dalam keseriusan ketika menghadapi masalah menjadi penentu utama terciptanya sejarah awal dalam perjalanan hidup Anda. Kelanjutannya, diperlukan kemauan keras untuk tetap berfokus diri pada penyertaan Allah — Imannuel. Sebab, banyak orang dalam eksistensinya secara perlahan-lahan — namun pasti, meragukan kehadiran dan penyertaan Allah. Mereka adalah penganut ”deisme kuat”- yakni mereka yang menganggap bahwa Allah ada, namun setelah menciptakan dunia ini, Ia meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja. Pandangan ”deisme kuat” ini, kehadirannya telah meracuni umat manusia di dunia modern. Sementara percaya Allah sebagai Pencipta segala-galanya, tetapi sekaligus percaya bahwa Allah meninggalkan ciptaan-Nya. Pandangan ini mendapat tempat secara luas, bukan hanya di Masyarakat tapi juga di gereja. Namun, sebagai ”pemercaya Allah” kita harus menolak pandangan ini. Sebab kenyataannya, Allah Pencipta (dan sudah semestinya kita bergantung), tetapi Ia juga memelihara dengan sedemikian rupa semua umat ciptaan-Nya.

~ Tuhan Yesus Memberkati ~


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: